Kamis, 26 Agustus 2010

Do'a untuk adik

Akhir-akhir ini, Andien selalu bikin masalah yang membuat saya kesal. Tiap pagi, beberapa hari ini sering susah bangun. sekolahnya jadi sering kesiangan. susah minum susu, susah makan. Rumah tiap hari berantakan ga karuan. kertas disana-sini, setiap kita melangkah, selalu menginjak mainannya. Rasanya, ga tau lagi harus bagaimana nasehatinnya. Setiap bagun pagi, selalu ribut dengan omelan ayahnya. Rasanya rumah mau pecah saja. Tak ada nyaman, tenang, apalagi perasaan betah.
Setiap dia mewarnai atau belajar menulis di rumah, buku dan pensilnya selalu berantakan meskipun sudah diperingati agar dibereskan kalau belajarnya sudah selesai.
Di sekolahpun, tak jauh beda. Apabila teman-temannya bercanda dan ada yang menyinggung perasaannya, dia langsung nangis. Rasanya, hampir putus asa menghadapi kenakalan Andien.
Bahkan pernah sekali waktu aku memukul pantatnya dengan buku, karena makanan yang dimulutnya dimuntahkan lagi. Kujewer telinganya saat crayon (50warna) yang baru dibeli dengan harga lumayan mahal menurutku, dipatahkannya. Entah sengaja atau tidak. Ah, rasanya hari-hari yang terlewati waktu itu benar-benar membuat stres. Juga ayahnya, sampai pada titik "tidak mau mengantarnya ke sekolah". Jadilah ia diantar jemput oleh karyawan saya.

Jumat, 20 Agustus 2010

Hari-Hari Tanpamu



Jika hari-hari
tetap tanpamu
puisi-puisiku
hanya bisa bicara sunyi
jika hari-hari
tetap tanpamu

pepohonan berdaun sepi
detik dan jam
bergoyang diam-diam
daun jendela
tanpa cahaya rembulan
dan kabut
menggenang di rumput-rumput

jika hari-hari
tetap tanpamu
apa lagi
yang harus kutuliskan?

Engkaukah

Oleh : Ken Nagasi

Engkaukah itu yang mengetuki ubin-ubin kelenteng
dan menyalakan dupa. Relief naga di pintu utama
Lilin merah berjejer menuju nirwana
Wangi bunga tanjung di halaman
harum rambutmu di dalam kitab masa lalu
Dan kini kau ketuki ingatanku, kembali,
sebagai kenangan-kenangan
khusyuk di lembaran lampau

Selasa, 17 Agustus 2010

Surat Untuk Tuhan

Ya Allah Ya Tuhanku....
Bercerita tentang anakku, rasanya tak habis kata-kata ini untuk mengungkapkan semua yang ada di hati. tapi, dari jutaan kata-kata, dari kalimat dan do'a yang ingin kusampaikan, Engkau pasti maha mengetahui, Engkau pasti lebih mengerti, meski itu belum terlontar dari mulutku.
Tuhanku, Ya Allah...
Dia anakku, tapi dia adalah milikMu, dia bukan hakku, dia adalah kepunyaanMu, meski terlahir dari rahimku. bahkan aku sendiri tak memiliki hak apa-apa atas diri dan takdirku. karena aku juga milikMu. karena itu kuserahkan semuanya padaMu.

Minggu, 15 Agustus 2010

Mau Jualan? dimulai dari Pasar Asemka

Halo temen-temen netters...
Sebenarnya ide ini saya peroleh secara tidak sengaja. Saya dapat ketika sepulang belanja kebutuhan dagang di Harco Mangga Dua, Jakarta. Keinginan menghabiskan waktu sehari di Jakarta muncul begitu saja. Lalu, tanpa tujuan pasti, mobil yang saya tumpangi bersama suami mengikuti salah satu jalur angkot, hingga tibalah di tempat yang sangat ramai, dan dari kejauhan tampak tulisan PASAR ASEMKA, di setiap kios-kios yang berjajar banyak di situ.
Meski sering ke Jakarta, saya tidak tau apa isi Pasar Asemka. karena tak bermaksud masuk pasar, maka saya celingak celinguk mencari jalan keluar. Ah, padatnya. Akhirnya, terlanjur masuk kamipun mencari tempat parkir. dari lantai 1, lantai 2, dan seterusnya, semua full. Emang pasar apaan sih sampe sepenuh ini? fikirku. akhirnya kami dapat juga parkir di lantai 8.
Lalu, mulailah saya bergerilya dari lantai 1. Oalaahh...
Ternyata banyak sekali kios-kios yang berjualan macam2. Kayaknya jualan apa aja ada. oya, sewaktu parkir, saya lihat banyak mobil2 berleter luar Jakarta. Ternyata di sinilah letak berbagai macam grosir barang. Sehingga ide "dagang"pun saling berkelebatan di fikiran saya. Rata-rata semua barang yang dijual adalah harga grosir dan jarang yang bisa dibeli satuan. karena pada umumnya orang yang berbelanja di Pasar Asemka adalah para pedagang yang sedang "ngulak".
Barang-barang yang bisa kita dapatkan di Pasar Asemka
1.  Berbagai macam Accesories wanita, baik bahan pernak pernik maupun yang sudah jadi
2.  Berbagai Boneka dengan segala macam krakter
3.  Tas Sekolah, tas anak2 dan tas wanita
4.  Berbagai souvenir pernikahan
5.  Jam tangan
6.  Sepatu dan Kaos Kaki
7.  Kosmetik
8.  ATK
9.  Alat Olah Raga
10. Pernak pernik Kado & Ultah
11. Topi
12. Payung
13. Dompet dan Sabuk
14. Jas Hujan
15. Kembang api
dan masih banyak jenis barang lainnya yang bisa kita jual di tempat tinggal kita.

Apabila temen-temen ingin jualan, Pilih Produknya, mulai dari sekarang. Mulailah dari yang paling mudah, paling murah dan paling tidak beresiko. Mulailah dari Sekarang!!
Penjualan bisa dilakukan offline maupun online. Atau misalnya dengan menggunakan katalog (sehingga tak perlu stok barang), sewa counter di mall, pemasaran di tempat arisan, kelompok teman, dll. Kalau ada modal lebih, bisa di rumah atau toko dengan design sedemikian rupa agar tampil menarik. sebar brosur, pasang iklan di koran, setelah itu, tinggal nunggu pembeli datang.
Bisa juga dengan Online, gunakan blog gratisan dulu sebagai perkenalan, buat design yg menarik, upload foto sedetail mungkin. daftar di google search, dan tinggal belanja apabila ada konsumen pesan. benar2 tanpa modal bukan. Lalu, kenapa menunggu? Mulai sekarang juga!!!

Kala Pagi Menjelang

Langkah demi langkah kuberi jarak
demi mewarisi setitik nestapa agar reda
kakiku bertelanjang dalam telapak yang pasti
lalu aku berdiri dan berusaha tegak
menatap hari yang akan menjelang

Detik-demi detik mulai merayap
dalam air mata yang bergelimangan
dalam sujud, Aku mulai sadar
Hidup harus terus berjalan

Kini aku tak sabar
Esok, cepatlah tiba!

Kepadamu....

Malam gelap
Pagi berkabut pekat
diantara sekat-sekat jarak dan waktu
kau kutunggu datang esok
dan kulakukan ini dengan letih penuh penat
bersama gerimis yang tak habis-habis

Jangan pernah kau tak datang
Karena aku tak akan memaafkanmu

*diantara detik-detik saat aku menunggumu
Sepertinya waktu berjalan pelan sekali

Kehilanganmu...

Jika waktu memang tak bisa mengikis luka-luka ini
maka,
akan kuputuskan untuk kusimpan saja selamanya
meski sakit yang kurasakan tak terkirakan
Tapi, 
Yang aku sadar dari desahan nafas di sela-sela hidup yang terasa berat ini adalah
Aku tak tahu,
Apakah ada sakit kehilangan
lebih dari yang kurasakan sekarang

Jumat, 13 Agustus 2010

Monster itu Bernama Meningitis..

Meningitis, tiba-tiba menjadi monster yang menakutkan untukku. Mendengarnya saja kadang aku merinding. Betapa tidak, 4 bulan yang lalu, penyakit itu telah merenggut buah hatiku yang baru berumur 38 hari. Kean, pergi menghadapNya tepat dihari aqikahnya. Di saat tamu-tamu di rumah bermarhaban mensyukuri kelahirannya, Kean justru pergi ke RS karena kejang tiba-tiba. Aku tak pernah berfikir seburuk itu. Ah, kejang itu hal yang biasa pada anak. banyak anak yang mengalami hal yang sama. Apalagi Kean kejang tanpa demam. Tp, saya salah. Justru begitu berbahaya Kejang tanpa demam pada bayi di bawah umur 2 bulan.
1 hari sebelumnya, Kean tak mau minum ASI, kalaupun diberi ASI, langsung muntah lagi. Di kepalanya ada benjolan, waktu itu dokter hanya bilang klep pada bayi belum sempurna, dan benjolan di kepala adalah hal biasa pada bayi baru lahir. saya percaya saja. Tp keesokan harinya saat Kean kejang pukul 8 pagi langsung saya bawa ke RS di Indramayu.