Selasa, 17 Agustus 2010

Surat Untuk Tuhan

Ya Allah Ya Tuhanku....
Bercerita tentang anakku, rasanya tak habis kata-kata ini untuk mengungkapkan semua yang ada di hati. tapi, dari jutaan kata-kata, dari kalimat dan do'a yang ingin kusampaikan, Engkau pasti maha mengetahui, Engkau pasti lebih mengerti, meski itu belum terlontar dari mulutku.
Tuhanku, Ya Allah...
Dia anakku, tapi dia adalah milikMu, dia bukan hakku, dia adalah kepunyaanMu, meski terlahir dari rahimku. bahkan aku sendiri tak memiliki hak apa-apa atas diri dan takdirku. karena aku juga milikMu. karena itu kuserahkan semuanya padaMu.


Teringat perkataan Paklikku. saat anakku, Kean telah kau ambil lagi. Kita hanya manusia yang tak memiliki hak atas aturan kapan hidup dan mati. Kita tak punya hak bertanya kenapa, Kita tak punya hak bertanya bagaimana. Tugasku hanya menerima dan menjalani apa yang telah kau beri. Itu saja.
Tuhan... Sekali lagi, aku bukan tak ikhlas Ya Allah, bukan. Aku hanya rindu pada anakku. Meski ku tau, dia telah bahagia dalam asuhanMu. Aku sangat Rindu, aku ingin sekali bertemu dengannya, memeluknya lagi, menciumnya lagi, melihatnya lagi, sekali saja lagi. meski hanya dalam mimpi.


Ya Allah, aku hanya memohon padaMu, disetiap detik nafas yang kurasakan, disetiap do'a yang kupanjatkan. kumohon dengan segala kerendahan hati, Kuatkan aku, Beri aku semangat hidup lagi seperti dulu yang selalu menghiasi hidupku. Masih ada Andien dan ayahnya yang membutuhkan aku.
Aku yakin Kau akan menjaga Kean lebih dari perlindungan yang aku berikan, dia milikMu. Namun, jika Engkau berkenan, aku mohon Ya Allah.. Beri aku gantinya yang lebih baik.

Terkadang, Aku bahkan tak menyadari bahwa semua telah berakhir, di saat aku baru sadar bahwa semuanya baru saja dimulai.
  
Kean...
Sedang apa kau disana nak? benarkah kau dijaga bidadari? bahagiakah kau di sana? mama akan selalu merindukanmu, Kean. Kita bukan berpisah, nak. Kita hanya terhalang ruang dan waktu. Suatu saat, mama yakin kita akan bertemu lagi. Kau akan selalu ada di hati mama..

Kean..
Maaf, bila selama bersamamu, mama tak mampu menjadi mama yang baik untukmu, mama tak mampu menjagamu. Mama tak mampu menggantikan kesakitanmu saat semua benda di Rumah Sakit membuatmu sakit dan tersiksa. Tapi, mama telah berusaha melakukan yang terbaik untukmu. Maafkan mama...

Maafkan mama pula, bila setelah kepergianmu, mama tak sekuat dulu. kau pasti tak suka punya mama yang cengeng. Apalagi saat melihat anak-anak seusiamu. Tiba-tiba mama menjadi rapuh. Maafkan mama, nak.. Mama belum bisa menjadi mama yang bisa kamu banggakan.
Jangan nakal di sana nak, mama yakin Allah akan menjagamu. Meskipun kita tak bisa bersama di dunia, mama percaya kau akan menuntun mama ke syurga dan akhirnya kita akan bersama lagi. bercanda lagi, menciummu lagi. seperti dulu. Amin...


Salam
Mama yang akan selalu menyayangimu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar