Kamis, 30 Juni 2011

Kehamilan ke - 4


Waduh, sudah lama sekali blog ini saya tinggalkan, hampir2 passwordnya saja lupa. Untung beberapa kali nyoba akhirnya masuk juga. hehe
Momi2, ibu2, temen2 semua...
sekarang saya sedang manjalani kehamilan saya yang ke -4. setelah sebelumnya, anak pertamana Alhamdulillah sehat, yang kedua (Kean) meninggal, dan adiknya gugur di usia 9w. jd kehamilan ini menurut saya penuh perjuangan. Meski saya akui, masih banyak teman2 yang sudah melakukan banyak cara dan biaya, namun tak kunjung hamil juga.

Terus terang, kehamilan saya yang ke-3, tak lantas membuat trauma saya setelah kehilangan Kean jadi sembuh. Kean lahir dengan proses yang tidak mudah, benar2 mempertaruhkan nyawa. itu sebabnya, sampai saat ini kala ingat semuanya, kadang dada terasa sesak, dan tak terasa air mata mengalir dg derasnya. Kondisi psikis seperti itu benar2 tidak baik untuk ibu hamil. 7 bulan setelah kepergian Kean, lalu dinyatan positif hamil lagi, tapi sayang, di usia 9W saya harus dikuret karena Janin tidak berkembang.
Dokter menyatakan saya harus dikuret setelah melihat bahwa janin tidak berkembang, tak ada denyut jantungnya. Padahal saya tidak mengalami sakit perut, pendarahan atau keluhan2 lainnya. Di sini, saya baru tau pentingnya USG.


2bulan setelah kuretase dan dokter menyatakan rahim saya sudah bersih dan siap untuk hamil lagi, saya mulai program. Bulan pertama tak ada usaha berat. Hanya mengatur pola makan & gaya hidup bersama suami. Berhenti minum kopi, makanan instan dan tidak merokok. tapi, gagal. si M tetap datang. Bulan ke-2 di M hari ke-2 saya & suami menemui dokter dan diberi obat penyubur, karena saya merencanakan jenis kelamin anak laki2, saya juga diberi jadwal kapan harus berhubungan dan beberapa tips lainnya. dan... Gagal lagi. Si M tak absen juga. bulan ke-3, saya menghitung masa subur dengan cermat, dan mengingat keinginan kasih andien adik, tak lagi merencanakan jenis kelamin. Yang penting saya bisa hamil dulu. Saya beli Alat tes kesuburan 10bh yang saya tes sejak H+10 - H+20. Tak ada garis merah/positif bahwa saya subur. tapi tak membuat saya berfikir aneh2. Kami tetap menjalani hubungan rutin seperti biasa. dan... Gagal lagi, hiks...

Di bulan berikutnya, saya beli lagi alat tes kesuburan, juga 10buah. menghitung dengan cermat kapan waktu tes & diteliti benar warna strip setiap kali tes. Sampai H+20 Tak ada 2 garis merah sama sekali. sedih....

Tapi, semua saya serahkan pada Tuhan. tak harus putus asa, masih banyak yang lebih sulit dari ini. saya jalani hidup seperti biasa dan tak lagi terlalu memikirkan anak. Dengan sendirinya, kami fokus pada pekerjaan. Mencari kesibukan agar tak jadi beban di hati. Hanya kadang2 sedih kl Andien sering bertanya tentang adiknya yang di Surga. Saking sibuknya, kami hanya sempat berhubungan sekali saja, masih ingat tanggalnya, 4 februari, hehe.

Bulan berikutnya, si M tak datang meskipun waktunya sudah lewat 1minggu. Saya tak berani ke dokter, karena menyadari tak ada ovulasi di mens sebelumnya. apalagi kami hanya berhubungan sekali saja. Jadi, saya fikir tak mungkin hamil. Saat 2minggu lewat si M masih juga tak datang, tapi saya tak merasakan perubahan apa2. iseng2 saya coba TP dengan merk murahan. Hasilnya samar. Pesimis.. tak mungkin, fikirku.
Tapi saat cerita sama suami, dia maksa ke dokter, dan .... POSITIF!!!
Saya bengong!
si dokter geleng2 kepala, karena sebelum itu beliau juga mengikuti perkembangan dan mengetahui tak ada Ovulasi.
Masih tak yakin, minggu berikutnya cek USG lagi. Eh, sudah keliatan titiknya.
Dan....
Alhamdulillah sekarang menjelang 5bulan
dan lagi...
Dokter bilang, "saya yakin menurut USG anak ibu laki2"
Alhamdulillahh..
saya sujud syukur.
Allah mengabulkan do'a saya.
Allah memenuhi semua do'a saya justru disaat saya pasrah

Semoga bisa menjadi inspirasi untuk teman2 semua...

2 komentar:

  1. Assalamu'alaikum, blogwalking, baca2 n salam kenal ^_^
    Semoga diberi kesehatan n selamat buat si bayi..
    Saya follow Blognya, follow balik ya ke AndyOnline.Net
    jangan lupa buat yang suka corat-coret di Blog, yuk gabung di BLOOFERS (Blog Of Friendship)

    BalasHapus
  2. Selamat ya mbak Din... ihhh sampe detil banget ceritanya...hi hi. Btw betul-betul menginspirasi. Semoga si dedek n ibunya tetep sehat sampe lahir, tumbuh dan jadi kebanggaan keluarga.. amiin

    BalasHapus