Kamis, 04 Mei 2017

Apa Tujuanmu Berbisnis?


   Awalnya saya tidak menyangka respon masyarakat terhadap Mouza sangat luar biasa baiknya. Pada saat launching Lexa, saya memproduksi sekitar 1000 pcs gamis namun permintaan pasar sebanyak 2000an pcs. Ini jauh melebihi barang yang saya produksi, demand yang dua kali lipat melebihi supply. Begitu banyaknya pemintaan pasar akhirnya saya memutuskan untuk memproduksi lagi gamis Lexa, agar semua order yang sudah masuk bisa terpenuhi.
   Banyak yang memberikan respon positif terhadap Mouza namun tak sedikit juga yang memberikan respon negatif. Saya kurang tahu atas dasar apa mereka bersikap seperti itu. Mereka beranggapan bahwa saya terlalu serakah karena jor-joran dalam memproduksi gamis. Mereka tidak tahu bahwa sebenarnya saya melakukan itu karena banyak distributor dan agen yang mengeluh karena terlalu banyak pesanan yang belum terpenuhi.
   Saya sempat berpikir untuk mundur dan membatasi produksi. Saya menganggap bahwa apa yang saya dapatkan dari Mouza sudah lebih dari cukup. Mouza memberikan banyak rezeki buat saya. Tapi dibalik itu semua saya melihat pada para distributor dan agen, mereka menggantungkan hidupnya pada Mouza. Mereka memenuhi kebutuhan dari hasil penjualan Mouza.
   Saya hanya ingin membantu memberikan jalan rezeki kepada mereka. Saya hanya ingin memberikan manfaat kepada mereka. Saya ingin memberikan kemudahan kepada mereka sebagai wujud syukur saya atas apa yang Allah berikan kepada saya. Karena tujuan Mouza bukanlah sekedar sebagai tempat untuk mencari rezeki tapi lebih dari sekedar itu yaitu memberikan kebaikan bagi orang banyak.
   Bisnis bukan hanya soal seberapa banyak untung yang kau dapat, tapi seberapa banyak bisnismu membawa manfaat. Karena bisnis bukan hanya soal dunia. Tapi juga akhirat.
Karena bisnis bukan soal rugi laba, tapi juga surga dan neraka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar