Selasa, 23 Mei 2017

Pebisnis Muslim Harus Sukses

   Semalam ada kakak, Iing Misbahuddin menginap di rumah. Melihat gudang kain, ngecek tempat produksi sekaligus berkunjung ke kantor Mouza di Bandung, saya merasa punya coach dan mentor pribadi. Terjadi diskusi seru semalaman dan yang masih terngiang sampai sekarang, 
"Bisnis kita harus besar, kalau kita mau bikin pesantren, mau bikin rumah tahfidz, mau banyak bantu orang, bisnis kita harus besar, harus tumbuh besar, keluar dari zona nyaman. Biar kita kalau mau bangun masjid nggak perlu mencari sumbangan dulu di jalanan, biar teman-teman kalau mau nyicil rumah nggak perlu KPR ke bank-bank konven, kita yang bantu mereka,"

   Zona nyaman akan membuat kita terlena. Sudah merasa cukup, sudah merasa enak bisa membuat orang tidak mau berbuat lebih. Berada dalam posisi yang nyaman juga bisa membuat orang tidak bisa berkembang. Sudah merasa apa yang dibutuhkan sudah terpenuhi sehingga tidak mau belajar lagi, tidak mau mencari ilmu lagi. Padahal zaman semakin berkembang dan perubahan akan selalu terjadi. Mereka yang tidak mau mencari ilmu akan hilang termakan perubahan.

   Kalau denger Aa bicara dengan semangat, suka ikut-ikutan semangat. Menjadi moodboster tersendiri untuk saya, ingin seperti beliau. Bangun masjid, bangun sekolah Islam, dan nggak lama lagi mau bangun perumahan syariah untuk masyarakat yang membutuhkan. 
"Teteh harus menentukan mau dibawa kemana Mouza ini. Sok, segera rumuskan untuk menjadi PT. Biar bisa menjadi bisnis beneran yang profesional," katanya sambil jembrengin gimana prosedur membentuk PT.

   Sosok yang dijadikan sebagai panutan dalam dunia bisnis juga diperlukan. Bukan untuk menjiplak, hal ini dibutuhkan untuk memacu semangat atau sebagai moodboster. Seperti mendapatkan tantangan agar saya tidak cepat puas dengan apa yang sudah saya dapatkan. Tujuannya agar saya selalu melakukan yang lebih dan tidak berhenti berinovasi. Karena saya sadar tujuan yang ingin saya capai dengan Mouza pasti tidak akan mudah saya dapatkan. Saya akan mendapatkan lebih banyak kendala di kemudian hari, jadi fondasi bisnis saya harus kuat lebih dulu. Tidak berhenti mencari ilmu adalah cara saya untuk menghadapi setiap perubahan dalam bisnis yang saya jalankan.

   Kesimpulan yang saya dapatkan, sebelum mencapai impian bisa menjadi bermanfaat untuk orang lain bisnis kita harus besar lebih dulu. Bukan untuk riya atau maruk, karena dengan menjadi besar kita bisa melihat apa yang bisa kita lakukan untuk orang lain. Manfaat apa yang bisa kita berikan untuk orang lain. Menjadi manfaat untuk orang lain harus sesuai dengan kapasitas kita. Jika ingin lebih banyak membantu maka kita sendiri harus besar lebih dulu. Supaya di kemudian hari kita timbul beban lagi dan manfaat yang kita berikan bisa menjadi berkah.

Ahh, doakan ya A. Biar kita bisa sama-sama berkarya, berbuat banyak untuk ummat, bisa memberi lebih untuk masyarakat. Karena itulah sebenarnya tujuan Mouza, bisa memberikan manfaat yang sebanyak-banyaknya untuk ummat terutama keluarga besar Mouza sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar