Sabtu, 17 Juni 2017

Hijrah Bersama Mouza



   Mengenal Mouza sejak awal berdiri, membuat wanita kelahiran Magelang ini menemukan bisnis yang sesuai dengan kebutuhannya. Siti Astriani, nama lengkap ibu satu orang putri yang memulai karirnya di Mouza sebagai CSM. Dia join di Mouza sejak bulan Januari 2016. 
  "Saya join di Mouza sudah satu tahun lebih, sejak awal Mouza berdiri. Waktu itu teh Dinii membuka lowongan CSM online. Saya mendaftar bersama beberapa teman dan Alhamdulillah masih berlanjut sampai sekarang," tuturnya.
   Wanita yang berulang tahun setiap tanggal 29 April ini mengaku sudah lama berteman dengan teh Dinii (owner Mouza) di facebook. Dia pernah menjadi customer teh Dinii diusahanya yang dulu, berupa produk kosmetik. Status teh  Dinii yang memberi inspirasi, selalu diikutinya. Inilah yang membuat penyuka warna biru ini tertarik untuk bergabung di Mouza. Awalnya memang kurang percaya diri karena fasilitas handphone yang dimilikinya belum memadai. Tapi naluri keibuan untuk mendapatkan tambahan tidak dapat ditolaknya.
   Aura positif dari sang owner benar-benar membawanya pada perubahan. Berbekal kemauan belajarnya sangat tinggi, ibunda dari Biya ini terus mengembangkan bisnis online-nya bersama Mouza. Terus belajar mulai dari cara beriklan, memanage reseller sampai pada menangani berbagai kendala di dunia online shop. Berdasarkan pengalaman, wanita yang mempunyai hobi membaca ini akhirnya bisa menangani berbagai macam customer
   "Saya dulunya gaptek, nggak tahu bagaimana caranya jualan di Bukalapak, Shopee, Tokopedia. Pas ada kelasnya hp saya nggak mumpuni. Alhamdulillah setelah mampu beli hp yang bisa dipake buat download, saya belajar sendiri," paparnya.
   Keuletannya ini pun memberikan perubahan positif pada perekonomian keluarganya. Sedikit demi sedikit penghasilan keluarganya bertambah. Pengobatan ayahnya yang menderita stroke selama tujuh tahun sebelum beliau meninggal, membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bahkan saat ini, hutangnya sudah lunas dari hasil bisnis Mouza. Impiannya saat ini yang sedang diperjuangkan adalah membahagiakan ibunya.
   "Kalo kita mau berusaha kita pasti bisa. Saya dulu tidak punya apa-apa dan bukan siapa-siapa. Sekarang bisa seperti ini sudah Alhamdulillah," tutupnya dengan rendah hati.
   Bagi yang tertarik gabung di Mouza bersama bungsu dari tiga bersaudara ini bisa menghubungi 085743802378/ 083840315939.

Jumat, 02 Juni 2017

Sedekah Ekstrim


   Gara-gara membahas Bazar Mouza untuk tahun ini, jadi ingat bazar tahun kemarin. Saya, mungkin tak banyak menulis di medsos kisah marketing langit yang saya lakukan. Tidak banyak juga yang saya ceritakan ke siapapun. Hanya pada agen-agen karena mereka juga banyak terlibat didalamnya. Tidak hanya menuai pro dan  kontra, dituduh Riya, pamer, dan lain-lain.
   Sebenarnya niat saya hanya mengumumkan pada pihak yang terlibat karena mereka kebanyakan yang ikut aktif di Facebook. Bahkan ketika saya upload foto selesai sholat Ied juga (seperti yang banyak temen2 lain lakukan) dikomentarin Riya dan terjadi perdebatan di sana. Akhirnya, saya memutuskan untuk menguranginya.
   Seperti tahun kemarin, saya ikut Bazar menjelang di pertengahan ramadhan. Promo bazar saya update juga di medsos. Tidak lama setelah itu saya membaca status sebuah akun, yang isinya kurang lebih, "Saya tidak tertarik ikut bazar, saya tidak tertarik obral barang jualan. Ini bulan ramadhan, saya hanya ingin fokus ibadah dan mendekatkan diri pada Allah," Kurang lebih isinya begitu, persisnya saya lupa. Tapi, saat itu tidak ada yang tau...
   Sejak dulu, saya punya tanggungan puluhan anak yatim. Saat bangkrut,  lebih dari setahun saya tidak menemui mereka. Jujur saya sedih, melihat mereka banyak berharap sama saya. Sampai akhirnya Mouza lahir. Saya berharap ini bisa menjadi awal yang bisa memberikan jalan pada saya untuk membantu mereka.
   Tahun kemarin, merupakan Ramadhan pertama bagi Mouza. Saya dan teman-teman di TDA sering sharing untuk sedekah ekstrim. Kalau guru saya bilang, sedekah membabi buta. Sementara Mouza baru beberapa bulan, tidak ada persiapan apa-apa. Usaha yang bisa saya lakukan untuk membantu banyak orang adalah "panen" itu.
   Saya ingat awal ramadhan saya telepon mamah dan bilang, "Mah tolong data dan temui lagi anak yatim yang saya asuh," 
Mama menjawab, "Sadaya? bade sapalih? nya aya kitu teteh artosna?" Saya diam. Saya tidak langsung menjawab, karena memang uangnya belum ada. Tapi, saya akhirnya menjawab, "Sadaya, Insyaallah engke aya, diayakeun," kata saya yakin.
Sampai pertengahan ramadhan, uangnya blm cukup. Masih sangat kurang, karena itulah saat diajak temen bazar sosial saya ikut serta.  
   Bazarnya tidak sampe tiga hari, tapi Alhamdulillah ramai. Sujud syukur, kekurangan untuk anak yatim itu akhirnya tertutupi. Bahkan lebih. MasyaAllah....
   Status itu begitu membekas di hati saya. Sampe nangis karena merasa saya orang yang mungkin sangat kurang ibadahnya di bulan ramadhan. Saya tertohok. Disaat yang lain sibuk mengejar pahala, saya malah gelar bazar cari duit.
   Saya seharusnya mempersiapkan ini jauh-jauh hari, bukannya bazar di saat ramadhan. Tapi Alhamdulillah mamah mengingatkan, "Orang hanya melihat dan menilai dari luar, kita yang tahu diri kita sebenarnya, orang lain hanya bisa berkomentar,"
   Kita tidak akan bisa memberikan rasa puas semua orang yang ada di dunia ini. Sebaik apapun yang kita lakukan pasti ada yang tidak suka. Begitu juga saya, orang tidak akan melihat seperti apa niat dan tujuan dari apa yang telah saya lakukan. Mereka hanya menilai apa yang saya lakukan dari perspektif mereka sendiri.
   Disukai atau tidak saya akan terus melakukan kebaikan yang pernah saya lakukan. Saya berusaha memberikan manfaat untuk orang lain dari apa yang telah saya lakukan. Ramadhan ini, Mouza gelar bazar lagi. Terserah habis ini mau muncul status apa. In sya Allah sudah nggak baper.😃

Pentingnya Totalitas dalam Berbisnis

  
   Wanita yang akrab dipanggil Mamih Lely ini sudah join di Mouza sejak mulai berdirinya Mouza di bulan Januari 2016. Keberadaannya di Mouza mampu memberikan warna tersendiri bagi keluarga besar Mouza. Keberhasilannya mencapai omzet puluhan sampai ratusan juta rupiah menjadikannya poros para agen lain dalam mengembangkan jaringannya. Sistem manajemen marketernya sangat kuat hingga membuatnya meraih reward berupa laptop dari Teh Dinii Fitriyah (owner Mouza) pada ulang tahun Mouza, Februari 2017 kemarin.
   Lely Angraeni Ekaningtias nama lengkap wanita yang lahir di Malang, tiga puluh tahun silam ini memulai bisnisnya di Mouza sebagai CSM pada bulan Februari 2016. Namun, sebulan kemudian berubah menjadi CSO yang membawahi banyak marketer free pay Mouza. Sejak saat itulah penyuka warna pink dan ungu ini mulai mengembangkan jaringannya. Berbagai training dia ikuti untuk menambah wawasan dalam dunia bisnis online. Setelah berhenti mengajar dan pindah domisili dari Pasuruhan, Jawa Timur ke Jakarta dia mulai lebih serius mengerjakan bisnis Mouza.
   Perkembangan yang dia dapatkan sangat banyak sejak menekuni bisnis online, "...dan ternyata olshop tidak hanya jualan, ada nilai lebih dari itu semua." tuturnya. Mouza memang tempat pertama kali buat wanita yang hobi traveller ini, terjun di dunia olshop. Banyak yang dia pelajari dan mengejar ilmu tentang bisnis fashion online, karena awalnya memang buta sama sekali mengenai bisnis ini. Dia tertarik dalam bisnis ini awalnya memang karena penasaran setelah melihat hasil dari para pelaku bisnis fashion yang didapat dari olshop.
   Wanita yang lahir 31 tahun silam ini rajin mengikuti berbagai macam pelatihan untuk mengembangkan bisnisnya. Mulai dari pelatihan offline maupun pelatihan online yang berbayar. Manfaat yang dirasakannya setelah mengikuti berbagai macam pelatihan itu, antara lain ilmu yang semakin bertambah dan teman-teman baru sesama pebisnis. Ilmu yang didapat, diterapkannya ke dalam tim sampai bisnisnya berkembang seperti saat ini.
   Banyak nilai lebih yang dirasakannya sejak bergabung di Mouza. Selain bertambahnya pendapatan juga menambah saudara dan teman. Saat ini, ibu dari satu orang anak yang berusia tiga tahun ini sedang mengejar omzet ratusan juta per bulan di Mouza. Dukungan penuh dari keluarga sangat dirasakannya, hingga membuatnya sampai di puncak suksesnya sekarang ini. 
   Harapan yang sedang dicapainya saat ini adalah ingin marketernya menjadi lebih baik dari sisi penghasilan. Sampai saat ini dia tetap berada di CSO karena ingin tetap terikat dengan Mouza. Hal inilah yang membuatnya tidak mau memasarkan brand selain Mouza. Totalitas. Untuk ke depannya, dia berharap Mouza menjadi lebih baik secara sistem agar semua agen dan reseller menjadi lebih baik dari sisi pendapatannya. Sehingga "sukses bersama Mouza" bisa terwujud.
   Dalam mengembangkan bisnisnya, saat ini dia masih membuka peluang bagi yang tertarik untuk menjadi marketer Mouza. Silahkan hubungi no 08111136310 bagi yang ingin bergabung menjadi tim Lely.