Jumat, 29 September 2017

Jangan Abaikan Jualan Dagangan Saudara Kita


Berseliweran ikhwah kita ngiklan produk-produknya di medsos/ grup kita.

Ada yg jualan _sosis, bakso, kopi, bandeng presto, cireng, baju muslim,batik, herbal, jasa pengiriman paket, beras, minyak goreng dll.

Kadang kita abaikan, karena barangkali saat itu kita belum membutuhkan.

Kadang kita abaikan karena barangkali kita menilai harganya sedikit lebih mahal dari tempat kita belanja.

Terkadang kita abaikan,  karena saat benar-benar membutuhkan kita lupa bahwa saudara kita pernah menawarkannya.

Ikhwah fillah,
Keluarga saudara-saudara kita adalah keluarga-keluarga dakwah.

Bensin yang terbuang di jalan, adalah bensin-bensin yg bercecer di jalan dakwah, atau minimal bukan di jalan kemaksiatan insyaa Allah.

Hasil berdagang mereka adalah untuk memberi nafkah keluarga dakwahnya.

Yang istrinya tertatih-tatih membawa anak-anak kecilnya untuk hadir di halaqah-halaqah tarbiyah kita, 
Yang anak-anaknya kita semai bersama agar kelak menjadi penerus perjuangan dakwah kita.

Lebih mahal seribu dua ribu tidak akan membuat mereka kaya raya.

Andaipun mereka kaya raya di jalan dakwah ini, insya Allah akan kembali kepada dakwah... Masyaa Allaah...

Mari ikhwah, kita mulai...
memperhatikan dagangan saudara-saudara kita....
Jangan pernah merasa terganggu karena tawaran-tawaran mereka...

Lebih baik lagi, jika kita menyimpan iklan-iklan mereka dan memprioritaskan membeli kepada saudara kita saat benar-benar membutuhkannya nanti...

Mari kita hidupkan ekonomi saudara-saudara kita...

Karena mereka sedang berdagang, menjalankan sunnah Rasulullaah yang mulia....
Karena mereka berdagang untuk menjaga kemuliaan dan martabat keluarganya....

Mari mulai dari diri sendiri dan keluarga kecil kita di group-group halaqah kita...

Ketika kita membutuhkan laundry, adakah saudara kita yg menjalankan bisnis jasa laundry?

Ketika kita membutuhkan beras, sabun,  adakah saudara kita yg pernah menawarkan beras?

Lihatlah sekeliling ikhwah-ikhwah kita. Mereka tidak membutuhkan belas kasih, tapi pemberdayaan...

Bismillah...

*Ust Burhan abu Adam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar