Jumat, 29 September 2017

Salah Satu Cara Efektif untuk Promo

Dari kemarin heboh banget soal harga inbox boleh apa enggak. bahkan ada yg mempersoalkan halal haram, hihi
Ada lagi yang katanya FB itu bukan tempat jualan jd wajib inbox. Segitunya :D

Kalau saya?
Kalau statusnya jualan di Facebook, entah itu soft selling, story telling atau apalah namanya, saya memang jarang langsung menyebutkan harga. Tapi bukan berarti nggak mau. Kalau memang perlu, sesekali nggak masalah.
Tapi, ketika ada yang tanya di kolom komentar, saya pasti langsung jawab, nggak pake inbox-inboxan.
Kenapa?

Karena saya mikirnya pengen dapat orderan banyak, ratusan misalnya (Aamiin) :D
Kebayang kalau ada 100 yang komen "Berapa sis?", maka saya juga harus membalas komentarnya, "inbox ya sis," 100x :D
Belum lagi kalau ternyata banyak yang penasaran dan langsung inbox, ada ratusan orang yang inbox hanya untuk bertanya, "Harganya berapa?" 
Yang sudah disebut harga jelas saja seringkali ditanyakan lagi, apalagi engga :D

Nah, ga mungkin kan saya juga harus bolak balik buka inbox hanya untuk menjawab harga produk, yang notabene orangnya belum tentu beli. 
Menulis komentar, membuka messenger dan menjawab chat juga butuh waktu dan energi loh.
Buruk-buruknya sih, "Gamis Orima harganya berapa sis?"
Saya jawab, "249rb kak,"
Abis itu, pasti nggak sedikit yang stop chat dan menghilang, bilang makasih pun tidak  :D #nyesek kan :D
Bisa2 bengkak jempol jawab inbox doang :P

Enaknya sih, enaknya ya. Ngiklan itu ya harganya sudah jelas. Jd yang inbox itu paling tidak, sudah pasti berminat dan tertarik meskipun ujung-ujungnya belum tentu beli. Tinggal balik lagi bagaimana usaha kita, negosiasinya dan soal rezeki.
Nggak usah dibawa rempong.

Ya sudah jangan dipersoalkan inbox atau enggak ya, yang penting mah ngiklan, ngiklan, ngiklan :D

Posting, posting, posting. Jangan hanya menunggu inbox :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar