Jumat, 29 September 2017

Saya Bukan Ibu yang Baik

Saya Bukan Ibu Yang Baik


Ya. Saya bukan seorang ibu yang baik. 
Ketika anak-anak tak ada satupun yang meminta hadiah. Ketika melewati toko buku, saya malah sibuk mencarikan buku sebagai hadiah mereka.

Ketika anak-anak berulang kali dibelikan mainan dan berulang kali pula mereka merusaknya. Saya tak pernah jera untuk membelikan dan membelikannya lagi. Tanpa syarat.

Ketika seorang anak harusnya jangan banyak jajan ini itu. Tapi setiap belanja, yang saya ingat justru jajanan anak-anak dan saya bahkan tak peduli ketika uang yang saya bawa hanya cukup untuk itu. Bahkan saya tak peduli meskipun kadang makanan itu tidak smua mereka habiskan.

Saya kira, mengandung dan melahirkan adalah hal terberat yang dihadapi seorang ibu, tapi ternyata saya salah. Mendidiknya di sepanjang hidupnya justru jauh lebih berat daripada melahirkan setelah mengandungnya lebih dari 9 bulan. 

Saya sadar, mendidik anak adalah soal dunia akhirat. Soal syurga dan neraka. Di bawah kakiku, ibunya, syurga ini berada. Anak pulalah yang akan membawa kita ke syurga atau sebaliknya. Tapi saya juga sadar, ilmu parenting, diskusi soal anak, ilmu cara mengajarkan anak, itu prakteknya tak semudah yang saya kira (susah cyiinn 😣😣)

Hari ini, ketika anak-anak memelas minta nonton TV di bukan jamnya. Demi melihat mereka sudah mau menahan sakit karena disunat, lagi-lagi saya melanggar. Saya ambilkan remote dan membiarkan mereka menonton TV. 

Ah, anak-anakku...maafkan mama. Mungkin benar mama bukan ibu yang baik. Mama tak pernah bisa melihat kalian sedih. Mama tak pernah tega melihat kalian susah. 
Tapi kelak, kalian akan mengerti, bahwa menjadi seorang ibu tidaklah mudah. Dan semoga kalian memahami, bahwa semua karena mama sayang kalian. 

Ya, saya seorang ibu yang payah, yang Alhamdulillah dianugerahkan anak sesholeh Andien, Danish dan Defan.

kakak, abang, dede..
I love u all
😘😘

Tidak ada komentar:

Posting Komentar