Jumat, 29 September 2017

Seberapa Pantas?


Kita selalu beralasan untuk menjemput rezeki, tapi berharap Allah tanpa alasan memberi kita limpahan rezeki.
Kita seringkali males mencari rezeki, tapi berharap Allah rajin memberi kita rezeki.

Cita-cita itu harus dicapai, dikejar, diwujudkan. Bukan cuma digantungkan setinggi langit dan berharap jatuh diantara bintang-bintang.

"Tapi saya sibuk ngurus anak,"
"Tapi saya nggak ada waktu,"
"Tapi saya nggak bakat bidang ini,"
"Tapi...,"
"Tapi...,"

Jangan suka menumpuk alasan. Orang yang suka mencari-cari alasan, tak akan pernah habis untuk menciptakan alasan selanjutnya.
Setelah muncul 1000 alasan, pasti akan muncul alasan ke 1001 dan seterusnya.

Biasanya yang membuat orang malas itu karena ingin sekali action langsung keliatan hasilnya. Padahal, proses dan perjuangannyalah yang akan membuat kita bernilai.

Allah memberikan sesuatu pada hambanya pasti sesuai kapasitasnya. Ketika apa yang kita harapkan tidak juga terwujud, coba tanya pada diri sendiri.
Seberapa pantas kita menerimanya?
Sudah layakkah kita menerimanya?
Sudah seberapa keras usaha kita?

Daripada kita membuang waktu mencari alasan basi, mendingan kita bersemangat memantaskan diri. 

Agar saat hasil itu ada atau keberhasilan itu muncul. Diri kita sudah benar-benar dalam kondisi siap dan pantas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar