Jumat, 29 September 2017

Wahai Ibu Pencari Nafkah


Jangan sedih bila engkau terpaksa menjadi tulang punggung.
Jangan marah karena suami tak seideal yang engkau harapkan.
Jangan mengeluh bila akhirnya waktumu banyak tersita untuk bekerja dan mencari nafkah.

Karena rezeki keluarga bukan hanya datang dari suami.
Karena bisa jadi Allah mengirim rezeki anak dan suamimu melalui tanganmu.

Insyaallah apa yang engkau lakukan, menjadi amal saleh luar biasa di mata Allah. Sebagaimana ucapan Rasulullah yang termaktub dalam kitab Hiyatul Auliya,
"Nafkahilah mereka (anak dan suami), sesungguhnya bagimu pahala yang engkau infakkan untuk mereka."

Segala kebaikan nafkah yang engkau berikan, Insyaallah akan mendatangkan balasan yang baik pula.

Ketika suami sudah berusaha memenuhi nafkah namun tetap tak mencukupi kebutuhan keluarga, Insyaallah usaha kita sebagai ibu rumah tangga yang membantu mencari nafkah, menjadi salah satu ikhtiar kita dalam upaya menyelamatkan keluarga.

Melahirkan, menyusui, mengurus rumah, mengurus anak, melayani suami dan juga sekaligus bekerja mencari nafkah, Insyaallah menjadi ladang pahala kita dunia akhirat.
Fighting!! Kuatlah! Sabarlah!

Untuk para kalian, para istri sholehah pencari nafkah. Berbahagialah telah turut berjuang membela keluarga. Apa yang telah kalian nafkahkan untuk keluarga, Insyaallah akan dicatat sebagai amalan yang serupa dengan sedekah tanpa dikurangi sedikitpun.

Dan engkau para suami..
Kami membantu mencari nafkah, bukan berarti sebuah pembenaran untuk suami bermalas-malasan dan lari dari tanggung jawab menafkahi keluarga. Kami para istri, rela ikut banting tulang mencari rezeki, kami rela tidak lagi bisa menghabiskan waktu mempercantik diri atau asyik dengan hobi kami, rela melakukan semua ini demi anak-anak, demi suami, demi keluarga.

#untuk para agen Mouza pembela keluarga..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar