Senin, 09 Oktober 2017

Rezeki di Masa Depan

Sedih itu ketika ada teman curhat tentang kesulitan ekonominya. Untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan biaya sekolah anak-anak saja dia pontang panting bekerja. Tapi dia masih mau berjuang mati-matian membayar premi asuransi yang masih bertahun-tahun harus dibayarnya, bahkan ia rela mencari pinjaman sekalipun.

Dia memikirkan hidup masa depan anak dan keluarganya dengan mengabaikan hidupnya hari ini.

Dia khawatir dengan masa depannya yang masih jauh dan belum jelas. Lupa dengan kehidupannya yang dekat dan sudah ada di depan matanya.

Padahal, tak akan ada masa depan tanpa hari ini.

Sahabatku..
Allah sudah mempersiapkan rezeki hambanya jauh sebelum kita dilahirkan. Allah sudah membagi-bagikan rezeki dan telah menjamin dengan sebaik-baiknya.
Seseorang tidak akan mendapatkan rezeki atau kehilangan rezeki melainkan sesuai dengan apa yang telah Allah takdirkan untuknya. Maka, tak perlu panik, galau, gelisah dan cemas menghadapi masa depan yang masih gaib, hingga melupakan kehidupan yang sedang dijalani saat ini.

Dan jangan pernah meragukan bagaimana Allah menantang perang pada pelaku Riba.

"Tak seorangpun memperbanyak (harta kekayaanmya) dari RIBA melainkan pasti akibat akhirnya akan jatuh miskin" (HR. Ibnu Majah)

Nyata sudah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar