Selasa, 10 Oktober 2017

Roda Pasti Berputar

Nemu status lama. Tahun 2015 😀
------

Dulu, ketika masih kecil, sering banget diejek, sama teman-teman, sama saudara-saudara, sama orang yang merasa dirinya lebih tinggi. 

Sempet protes ke mama.
"Ma, kenapa saya tidak cantik, sedangkan saudara saya cantik-cantik?" 
Masih ingat ketika bermain berdua dengan saudara, lalu datang saudara yang lain lalu bilang, "Iiiihhh kamu cantik bangeeeettt," sambil cium pipi saudara saya lalu diberi ciki dan kue. Saya berdiri di sampingnya, disapapun tidak. Dianggap tak ada.

"Ma, kenapa mama tidak punya mobil, sementara saudara-saudara punya semua, sehingga kita harus numpang?"
Masih ingat, bagaimana dulu kalau ada acara keluarga kami menjadi prioritas terakhir jika ada mobil masih kosong. Kalau tidak ada, berarti kami tidak ikut.

"Ma, kenapa mama anaknya 5, sedangkan saudara-saudara yang lain cuma 2 atau 3?"
Sempat memendam kecewa ketika lebaran yang lain dapat baju baru dan kami dpt baju bekas (meskipun masih bagus) dengan alasan anak mama paling banyak. 

"Ma, kenapa mama tidak punya banyak uang untuk membiayai sekolah saya?"
Masih ingat ketika mama mengemis minjem uang ke saudara demi biaya sekolah saya  Rp. 150.000, dan kami berjalan kaki 2-3 KM jauhnya di malam hari.

Saya masih ingat, dulu pernah mendengar seseorang berkata, mama.. udah dari kampung, anak paling banyak, paling miskin juga. Harusnya sadar miskin, nggak usah punya anak banyak.
Ketika lebaran, yang lain saling memuji, saling pamer baju baru, saling menceritakan punya ini, punya itu, kecuali saya. Begitupun para orang tua, semua saling membanggakan anak-anaknya, kecuali mama. 

Dan sekarang, puluhan tahun berlalu, keadaan sudah berubah. Saya tak pernah dendam sampai sekarang, meskipun saya tak bisa lupa. Saya anggap itu adalah hanya sikap seorang anak kecil yang belum mengerti arti hidup.

Tapi, keadaan itu pulalah yang dulu memotivasi saya untuk menjadi wanita mandiri. Karena itu semualah saya bertekad lulus SMA dan kuliah bagaimanapun caranya. 
Alhamdulillah, Allah Maha Baik, Allah mengabulkan do'a-do'a mama yang sering saya dengar diantara isak tangisnya disepertiga malam.

Saya lulus SMA dan bisa kuliah dengan bantuan beasiswa. Memang bukan di Universitas terkenal, tapi paling tidak saya bisa membuktikan bahwa saya bisa jadi sarjana. Meskipun ijazah itu tidak pernah saya gunakan untuk melamar pekerjaan (dari dulu, cita-cita saya sudah jadi pengusaha, bukan karyawan). Kakak juga, bahkan sekarang sedang kuliah lagi. Dan yang bungsu, skrg baru masuk semester 2. Subhanallah..

Sekarang, banyak anak malah bisa sekeren Gen Halilintar dan sekarang, mama bersyukur punya anak lima yang rukun dan saling menyayangi. 

Sekarang, saya selalu menanamkan pada anak-anak, jangan pernah mengejek teman-teman karena mereka tak punya, jangan pernah mengejek teman-teman karena mereka tidak cantik, jangan pernah memilih berteman hanya karena mereka kaya atau miskin. Saya juga menekankan, jangan pernah tersinggung jika diejek teman, jangan pernah marah jika temanmu menjauhimu karena ketidakpunyaanmu. Karena kita tidak tahu apa yang sedang Allah siapkan untuk masa depanmu, masa depan teman-temanmu.

Bisa jadi yang dulu kaya, lalu jadi miskin atau sebaliknya. Bisa jadi, yang dulu tempat kamu ngemis-ngemis pinjem uang, suatu saat bisa sebaliknya. Bisa jadi, yang dulu dibangga-banggakan kecantikannya, setelah dewasa lalu berubah. Bisa jadi...
Roda terus berputar. Allah bisa berbuat sekehendaknya..

#terkenang

---
Dan yang bungsu skrg udah mau lulus kuliahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar