Senin, 26 Maret 2018

PANTAI KARTINI

Deburan ombak angin menderu
Seiring waktu sore berlalu
Mentari meredup di langit biru
Menghiasi sendu hari minggu

Di sini tanpamu, tetap merindu
Menunggu dan mengantar mereka menuju senja..

Jepara, 18 Maret 2018
Dinii Fitriyah

Minggu, 18 Maret 2018

Kursien Karzai Merambah Dunia Internasional


Kursien Karzai merupakan salah satu designer busana muslim ternama di Indonesia. Pria kelahiran Cilacap ini menyelesaikan pendidikan fashion di Interstudy Fashion Design School pada tahun 2003.

Kursien, panggilan akrabnya, mengawali karir di dunia fashion sejak tahun 2009. Saat itu sebuah majalah ternama di Jakarta mengadakan Lomba Perancang Mode 2009. Kursien berhasil meraih runner up dengan mengusung tema busana konvensional. Keberhasilannya ini menjadi tolak ukur untuk lebih mendalami dunia fashion dan berkomitmen untuk mengembangkannya.

Tahun 2013, Kursien mulai memasuki modest fashion dengan mendirikan brand ZHAO MOSLEMWEAR. Pada tahun yang sama, Kursien bergabung dengan APPMI (Asosoasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia). Hal ini semakin menguatkan komitmennya untuk mengembangkan bisnis busana muslim atau modest wear.

Sebagai seorang muslim, Kursien merasa bertanggung jawab untuk mensyiarkan busana muslim sebagai busana wajib. Selain itu Indonesia mempunyai prospek yang sangat bagus, mengingat mayoritas masyarakatnya muslim.

Sedangkan untuk memenuhi permintaan pasar, Kursien memiliki tiga brand. Konsep yang dimiliki brand K2 sama yaitu simpel, elegan dan feminim. Designer kelahiran 5 Mei 1980 ini membedakan ketiga brand-nya untuk memenuhi target market dari kalangan bawah, menengah hingga atas. Ketiga brand tersebut adalah : K2, Women Vendre dan Kursien Karzai Premium. Brand K2 sendiri mempunyai keunggulan cutting yang tegas namun membentuk karakter feminim.

Ada tiga event terdekat yang sedang disiapkan Kursien, yaitu :
1. Asian Islamic Fashion Week pada tanggal 30 Maret 2019 di Kuala Lumpur.

2. SHIW di Femme Makasar pada 11 April 2019.

3. Event JFFF pada tanggal 26 April 2019 di Jakarta.

"Motivasi hidup saya, membahagiakan orang tua dan keluarga merupakan kunci kebahagiaan kita," tuturnya saat ditanya mengenai motivasi hidupnya.

"Saya tidak bermimpi yang muluk-muluk mbak. Cukup rezeki, sehat dan keluarga utuh. Banyak dikelilingi sahabat baik," lanjutnya dengan rendah hati. 

Menurutnya, "Menjadi designer itu bukan gaya hidup, tapi sama seperti profesi lainnya yang memerlukan kerja keras dan perjuangan. Saling menghargai dan tetap belajar terus karena fashion itu unlimited." 

Meski mengakui bahwa apa yang sedang dijalani saat ini bukanlah impiannya, tapi Kursien berusaha menjalani dengan sebaik mungkin. Designer berbakat ini mengaku hanya mengikuti alur dengan menyesuaikan kebutuhan saja. Tidak berhenti belajar merupakan salah satu kunci keberhasilannya.






Minggu, 11 Maret 2018

Mouza Sebagai Sarana untuk Memberdayakan Perempuan


Rina Megasari merupakan salah satu distributor Mouza untuk area Lampung. Rina, panggilan akrabnya, mulai bergabung dengan Mouza sejak tanggal 21 Januari 2017. 

"Saya bergabung di Mouza sebelum acara Milad Mouza," kenangnya.

Olshopnya belum mempunyai nama saat bergabung di Mouza, karena tidak menjual produk secara khusus dari salah satu brand. Rina tertarik untuk ikut mempromosikan, saat melihat iklan Mouza. Pembeli pertamanya adalah seorang tetangga, kesempatan ini dia gunakan untuk mengecek kualitasnya. Pembeli menyukai kualitas Mouza yang bagus sehingga melakukan repeat order.

Awal bergabung, Rina menjadi tim salah satu agen, Sylviantia Najma. Agen Sylvi lebih memilih fokus pada kelahiran anaknya sehingga mempersilahkan marketer untuk bergabung di keagenan pusat. Kesempatan ini tidak disia-siakan Rina untuk melakukan upgrade dengan menjadi salah satu distributor Mouza.

Selain menjual produk Mouza, Rina juga menjual beberapa produk lain seperti : Tas Etnik Mokamula, Modipla dst. Penjualan produk brand tersebut hanya berdasarkan pesanan saja. Sedangkan untuk brand busana muslim, Rina menjual produk dari brand Elif Indonesia dengan sistem dropship.

Di awal karirnya, Rina sempat menjadi tenaga honorer di Pemkab. Tanggamus Lampung. Sejak bulan November 2016, Rina berhenti bekerja karena suaminya memutuskan untuk pindah tugas di kampung halaman. Tanwir, suami Rina, saat ini bertugas di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. 

Banyak perkembangan yang dirasakan Rina sejak bergabung di Mouza, terutama untuk stok barang. Sedangkan perputaran modal di rekening semakin bertambah pula seiring bertambahnya pelanggan. Rina terus menebar manfaat dengan memberdayakan ibu-ibu menjadi marketer. Selain itu Rina coba membantu para wanita di lingkungannya untuk mengenakan baju muslim yang berkualitas dan lebih syari. Rina berharap bisa memberikan fasilitas ibu-ibu pengajian di lingkungannya dengan memberikan baju seragam.

Rina merasakan banyak manfaat yang didapatkan selama bergabung di Mouza. Wanita kelahiran Ulu Krui tanggal 01 Mei 1983, mendapatkan lebih banyak teman dan ilmu. Selain itu, dia juga mempunyai aktifitas yang bermanfaat dan menghasilkan daripada ngerumpi.

Saat ini, Rina belum mendapatkan dukungan penuh dari suaminya. Manajemen waktu masih sering menjadi kendala karena harus lebih banyak menghabiskan waktu dengan memegang ponsel. Hal inilah yang menjadi pertimbangannya untuk menyimpan stok dalam jumlah banyak di rumahnya.

Rina berharap Mouza menjadi semakin maju dengan menjaga kualitas produknya. Model baju yang selalu mengikuti perkembangan zaman atau bisa menjadi trendsetter fashion Indonesia. Selain itu Rina juga berharap Mouza menambah lagi model, sehingga lebih banyak pilihan yang bisa membuat pelanggan lebih loyal atau tidak pindah ke brand lain.

Pencapaian tertinggi yang ingin diraih Rina adalah mempunyai omzet ratusan juta. Selain itu, Rina juga ingin meraih mimpinya dengan memiliki sebuah butik. Meski harga masih sering menjadi kendala para konsumen, namun hal ini tidak menyurutkan niatnya untuk memiliki marketer atau reseller dalam jumlah banyak. 

Sebagai pelaku bisnis, Rina pernah juga mempunyai pengalaman buruk. Stok barang di rumah menumpuk karena belum laku meski telah dilalukan cuci gudang. Solusi berikut yang diambil adalah dengan membagikan sisa stok tersebut pada keluarga atau teman. Selain itu, kebiasaan masyarakat yang membeli barang dengan sistem tempo atau kredit juga mempengaruhi perputaran modal. Namun semua kendala tersebut tidak menyurutkan niatnya untuk mengembangkan bisnis.

Rina Megasari membuka  peluang bagi siapa saja yang ingin bergabung menjadi timnya dengan menghubungi :
WA          : 082269197677
FB           : Rina Megasari 
IG           : @jihanalya.tm
FanPage: Mouza Dinifi Lampung
Website : mouzadinifilampung.com


Menebar Manfaat Bersama Mouza


Dian Mardianti merupakan distributor Mouza untuk area Solo, Jawa Tengah. Wanita yang akrab disapa dengan nama Dian ini bergabung dengan Mouza bulan Januari 2017. "Awalnya saya tertarik dengan profil teh Dini, tapi setelah cek kualitas gamisnya ternyata bagus. Sejak saat itu saya yakin untuk bergabung dengan Mouza," kenangnya.

Selain menjadi ibu rumah tangga, Dian disibukkan dengan mengelola Iqwa Shop. Dian memutuskan berhenti mengajar di sebuah Sekolah Dasar dan menjadikan keluarga sebagai prioritas hidupnya. Tokonya menyediakan berbagai macam barang seperti Tuperware, alat tulis, pakaian anak, gamis made in Klewer dan tentunya gamis-gamis produk Mouza serta Dinifi. 

Dian merasakan telah mengalami banyak sekali perkembangan dalam usahanya semenjak bergabung dengan Mouza. Wanita kelahiran 6 Desember 1976 ini mengalami peningkatan secara finansial. Tidak hanya itu, Dian juga mendapatkan keluarga kedua di Mouza. Semangatnya semakin bertambah saat mempunyai marketer. Passion-nya mengajar menjadi lebih terasah dan tersalurkan.

Dian merasa lebih bahagia karena merasakan keberkahan dengan membantu orang lain. Setelah berhenti bekerja, Dian memutuskan untuk berbisnis dari rumah karena tidak perlu meninggalkan keluarga sebagai tugas utamanya. Wanita kelahiran Jakarta ini merasa lebih nyaman saat berada dekat dengan kedua anaknya. 

Banyak manfaat yang telah dirasakan, salah satunya menjadi lebih termotivasi untuk terus belajar tentang ilmu bisnis. Selain itu dengan mempunyai lebih banyak teman, membuatnya lebih banyak belajar untuk memahami karakter orang lain. Dari segi bisnis, Dian juga menjadi lebih percaya diri karena Mouza mempunyai kualitas yang baik.

Keluarga mendukung setiap aktivitas yang dilakukan bunda dari Nasywa dan Faiq. Dian mempunyai harapan besar terhadap Mouza, agar semakin sukses dan terus menebar manfaat terhadap sesama. Ada sebuah tujuan besar yang ingin dicapai, yaitu memantaskan diri untuk menjadi orang yang lebih bermanfaat. Kebutuhan modal merupakan tantangan yang dirasakan Dian selain semangat menuntut ilmu agar tidak ketinggalan dengan pebisnis yang lain.

Dian membuka peluang bagi siapa saja yang ingin bergabung di Iqwa Shop dengan menghubungi contact person :
WA    : 085229219762
FP     : iqwa shop distributor mouza muslimah solo
 ig     : @dianiqwa_mouza
Line : @dianiqwa_mouza
Alamat : Jln. Menco Raya gg 26 Candi Baru RT 3 RW XI Gonilan, Kartasura, Sukoharjo.




Kamis, 08 Maret 2018

Beli Dagangan Teman Sendiri
By. Dinii Fitriyah
Setiap kali buka FB, berseliweran timeline foto2 dagangan teman2 sendiri.
Setiap kali buka instagram, muncul postingan dagangan sahabat sendiri.
Setiap kali buka WA, ada status dagangan saudara sendiri.
Ada yg jual makanan, minuman, jajanan anak2, baju muslim, kaos, tas, sepatu, herbal, kosmetik, susu anak, buku, jas hujan, jam tangan, sabun mandi, sprei, kue2, oleh2, obat pelangsing bahkan sampai celana dalam ada.
Saat melihat postingan mereka, bisa jadi kita tak suka, bisa jadi kita abaikan, bisa jadi kita skeep.
Mungkin kita belum butuh, mungkin harganya terlalu mahal, mungkin produknya ga sebaik barang import, mungkin kita belum ada rezeki, mungkin kita gengsi beli di mereka.
Dear..
Mereka itu saudara kita, sahabat kita, teman kita.
Mungkin diantara produk2 mereka, ada kaki yang tertatih dan lengan yang bekerja lebih keras untuk membuat produknya.
Mungkin diantara dagangan mereka, ada anak yatim yang perlu makan dan dicukupkan kebutuhannya.
Mungkin diantara tawaran mereka, ada suami yang penuh peluh bekerja demi mengobati anaknya yang sakit.
Mungkin diantara iklan mereka, ada seorang ibu yang mengalah agar anaknya bisa sekolah.
Mungkin diantara promo mereka, ada seorang anak yang ingin menghajikan ibu bapaknya.
Dukunglah produk saudara2 kita, jangan pernah merasa terganggu dengan iklan2nya.
Jangan menawar habis2an membeli dagangannya
Lebih mahal seribu dua ribu tak akan membuat kita miskin. Tapi insyaallah dengan niat kebaikan Allah melipatgandakan rezeki kita.
Mereka berdagang dengan terhormat. Mereka berdagang demi menjaga harga diri keluarganya.
Jika belum bisa beli, bantu dengan cara yg lain. Merekomendasikan ke yang lain, atau minimal mendoakan agar usahanya lancar.
Mereka tidak butuh belas kasih. Tapi sesama saudara, selayaknya kita saling memberdayakan
Selamat berniaga sahabat2 fillahku.
Semoga berdagang bisa menjaga martabat dan kemuliaan keluarga kita. Menjadi jalan dakwah kita.
Karena 9 dari 10 pintu rezeki adalah berdagang. Sebagaimana sunnah Rasul yang mulia.
Aamiin..
*
Salam sayang dari saya penjual gamis Mouza Muslimah.