Senin, 28 Mei 2018

Nabeel


Ketika kesulitan datang.
Ketika kesusahan menimpa.
Terkadang kita merasa menjadi manusia paling menderita.
Bukalah mata lebar-lebar di sebelah sana, lebih banyak org yang diberi ujian lebih darimu.
--------------------------------------
Tadi malam saya kedatangan seorang sahabat, Yoelit AzzKia dari Indramayu. Kalau nggak salah, ini pertemuan yang ketiga. Beliau datang ke Bandung untuk berobat anaknya ke salah satu rumah sakit di Bandung.

Beliau datang bersama suami, dengan naik kereta. Menggendong anak semata wayangnya yang berusia 3,5tahun. Tiba di Bandung pukul 2 pagi.

Dengan menggendong anak seberat 12kg pasti bukan perjalanan menyenangkan ala-ala piknik backpaker.
Saya menjadi saksi perjuangannya. Sejak sebelum dirawat di rumah sakit sampai kembali ke rumah. Lebih dari 2 tahun yang lalu.
Sehabis sahur kami ngobrol ringan. Ada pembicaraan yang berhasil menghentak hati saya. 
"Yul, sory ya...rumahku berantakan. Danish dan Defan nggak pada diem. Nih tembok-tembok juga penuh tulisan corat coret nggak karuan," kataku dengan sedikit menyesal merasa tak mampu menyambutnya dengan baik.

Dia terdiam. Lama. 
"Teh, kalau itu sering dikeluhkan banyak ibu. Justru itu yang sangat aku rindukan saat ini. Saya rindu Nabeel berlari, saya berhayal Nabeel coret-coret tembok rumah sesuka hatinya, saya bermimpi Nabeel mengadahkan tangan minta uang jajan. Entah kapan itu bisa saya rasakan..."

Saya tercekat. Perkataan yang sudah di tenggorokan urung saya ucapkan. Sekuat tenaga menahan bulir bening di sudut mata.
"Saya akan perjuangkan apapun demi Nabeel..." katanya lagi sambil memandangi Danish dan ayahnya pergi ke masjid.

Kupandangi lekat-lekat anak di gendongan yang Ma sya Allah gantengnya. Matanya besar dengan bulu mata panjang, hidung mancung dan giginya putih rapi. Dari wajahnya, tak ada yang tau di usianya baru menjelang satu tahun dulu ia pernah mengidap penyakit mematikan.

Dari senyumnya, tak bisa ditebak dokter pernah memvonis kesempatan hidup hanya 1 % saja. Saya mendengarkannya langsung ketika berkunjung ke RSHS.
Anak-anak usia menjelang 4 tahun harusnya sudah berlari-lari, bermain sepeda, berteriak-teriak gembira. 
Tp tidak demikian dengan Nabeel. Ia hanya bisa berbaring atau tidur di pangkuan ibunya yang kuat. Belum bisa berjalan, belum bisa bicara bahkan tak banyak merespon hal lain di sekitarnya. Bahkan tadi saya melihatnya kejang berkali-kali. Ya Allah!

Meningitis Enchepalitis. Demikian penyakit yang merenggut harapan Nabeel. Yang mengharuskannya bolak balik RS, bolak balik pijat, bolak balik terapi dan bolak balik Bandung. Penyakit menyerang otak mematikan itu pula yang merenggut Kean dari pangkuan saya 7 tahun yang lalu.

Nabel...
Saya yakin tak mudah untukmu dan kedua orang tuamu menerima ini semua. Allah beri hadiah besar dengan menguji kesabaran tingkat tinggi. Ayah dan ibumu adalah orang tua istimewa yang Allah pilih yang akan Allah angkat derajatnya melalui Nabeel.

Jangan menyerah
Jangan berputus asa
Bersabarlah lagi.
Bersabarlah terus
Bersabarlah selalu 
Tanpa batasan yang engkau ukur.
Allah lebih tau engkau kuat.

Jangan pernah putus berdoa. Yakinlah... Suatu saat Nabeel akan duduk sendiri, minta makan, minta jajan, dan mencoret-coret tembok rumah.

Mba Yul, engkau ibu hebat yang pernah kukenal...jangan pernah sungkan untuk datang lagi. Dulu aku menjadi saksi melihat Nabeel sakit. Dan skrg aku juga ingin menjadi saksi melihat Nabeel sembuh.
Doaku selalu untukmu dan Nabeel...

Untuk teman-teman yang anaknya bikin rumah berantakan. Yang anaknya corat coret tembok rumah. Yang anaknya nggak mau diem. Masihkah mau mengeluh?

Senin, 14 Mei 2018

Film Bunda


Beberapa teman berkata pada saya, "Kisah hidup teh Dinii mirip Film Bunda." Film keren yang sangat menginspirasi hasil karya anak bangsa kang Rendy Saputra.

Foto yang di dekat poster saya ambil bulan April 2018 saat acara bersinergi di UPI Bandung. 
Foto bersama keluarga saya ambil September 2015 saat acara Pestawirausaha, acara kerennya TDA di Taman Mini Indonesia Jakarta.



Saat pertama kali saya mengenal sosok kang Rendy. Saat sama-sama belum mengembang 😜. Dan saat itu saya belum tau mau bisnis apa. Datang ke acara Pestawirausaha dengan status "pengangguran". Nggak punya kerjaan. Nggak punya bisnis apa-apa. Sedang hutang menggunung dimana-mana. Kalo ditanya bisnis apa, yang lain menjawab lantang tentang bisnisnya, saya menggeleng lemah, "baru tutup bisnis" bahasa kerennya bangkrut 😁.

Saya sendiri seperti ngaca lihat film ini. Nggak heran dari awal nonton saya menghabiskan tisu berlembar-lembar. Rasanya film ini benar-benar nyindir saya. Persissss sekali...

Dari mulai cerita bagaimana bisnis dibangun dengan ikhtiar maksimal kerja keras membabi buta. Kalo Keke mulai dr 2 kodi. Maka Mouza mulai dari 3jt. Mulai dari sebuah garasi kecil. 

Pernah juga ngalamin kain hilang (bukan jatuh), saat itu yang belanja adalah suami. Si Toko kain nggak ngaku kurang. Bisa ditebak, saya marah-marah dan ribut hebat. Modal cuma segitu-segitunya. Anak-anak seringkali tak terurus. Jadi seperti terbalik fungsi suami dan istri. Ayah dan ibu.

Lalu saya dan suami melakukan banyak diskusi dan debat panjang untuk menyamakan visi dan misi. Melalui banyak alasan kuat agar diridhoi. Karena aku tau, disanalah letak surgaku.

Lalu endingnya sama. Saya ikut ajang Indonesia Fashion Week (IFW 2018) bukan karena niat sendiri. Saat saya sedang krisis kepercayaan diri, justru datang sahabat yang support tiada habisnya. Saya didaftarkan sekaligus diyakinkan sahabat Kursien Karzai, Pipit Pramudia, Tia Mastia saya untuk mengikuti ajang fashion show Nasional bergengsi di Indonesia. Yang dengan segala upaya saya meyakinkan diri bahwa saya bisa. 

Inget nonton film ini di Pontianak, masih dalam perjalanan sepulang dari bioskop, tiba-tiba saya sekali lagi ingin meminta maaf pada suami. Mungkin seperti itulah saya dulu. Egois. Merasa dominan, merasa saya yg lebih berperan di keluarga. Itu masa jahiliyah di awal-awal hijrah.

Alhamdulillah sekarang sudah bisa jalan beriringan. Sudah menyamakan visi misi, sudah berbagi tugas dan tak lagi ribut soal tanggung jawab. Maka ketika Fenny Ferawati menuliskan kisah kami dibukunya Couplepreneur, itu aslinya tak semudah yang dibayangkan.

Semua butuh proses. Semua akan berubah menjadi lebih baik selama kita mau belajar dan selalu mengambil hikmah dari setiap hal yang kita alami.

Kini, Mouza sudah 2 tahun. Sudah berkembang sampai saat ini. Saya tidak akan pernah lupa bagaimana prosesnya hingga sampai di titik ini. Biidznillah Allah maha besar.

Semoga kita semua selalu bahagia 😘😘

Cinta Tanpa Syarat


Aku tak berani bermimpi dirimu seromantis Ibnu, yang selalu membacakan doa2 di kepala Elena dan aku tak perlu berhayal dirimu seteguh Abu Hamzah yang bisa mempertahankan cintanya bertahun dalam jarak dan waktu atau menjadi Eugene yang bermata biru yg dalam sekali pandang bisa meneduhkan jiwa.
Cukup kamu menjadi dirimu saja.
Dan aku menjadi diriku saja.
Aku mencintaimu bukan karena apa2.
Aku mencintaimu tanpa alasan. Begitu saja.
Tapi kebersamaan kita punya tujuan
Meski harus melalui perjalanan berliku dan panjang.

Aku tak pernah putus berdoa
Semoga Allah Membukakan hati yang tertutup 
Melembutkan hati yang keras
Mudah meminta maaf dan memaafkan
Mudah tersenyum dan menggembirakan

Semoga Allah menjagamu, menjagaku, menjaga kita hingga nanti kita sesyurga.
Aamiin

Bandung, 14 Mei 2018

Kamis, 03 Mei 2018

BERSYUKURLAH


by. Dinii Fitriyah

Sebelum engkau mengeluh tidak punya rumah..
lihatlah di luar sana, banyak orang yang tidur di emperan atau di kolong jembatan demi bisa berteduh dari panas dan hujan

Sebelum engkah mengeluh tidak punya punya mobil
lihatlah di luar sana, tidak sedikit orang berjalan kaki atau naik kendaraan umum berteman sesak dan peluh demi menempuh kiloan meter jauhnya perjalanan

Sebelum engkau mengeluh tidak bisa makan enak
Lihatlah di luar sana, ada orang yang mengais tempat sampah dan mencari sisa2 makanan demi menutupi rasa lapar.

Sebelum engkau mengeluh merasa tak punya apa-apa
Lihatlah di luar sana, ada orang yang tak lagi memikirkan apa2 selain hanya bertahan hidup

Sebelum engkau mengeluh suami atau istrimu begini begitu
Lihatlah di sekelilingmu, ada orang yang tiap hari memanjatkan doanya hanya untuk meminta padaNya seorang pasangan hidup

Sebelum engkau mengeluh anakmu begitu merepotkanmu
Lihatlah jauh di sana, ada temanmu yang memandangmu iri hanya karena ia tak bisa mempunyai anak sepertimu

Sebelum engkau mengeluh hidupmu begini begini aja
Coba diingat2 lagi, seberapa banyak nikmat yang sudah engkau terima sampai sejauh ini
.
.
STOP mengeluh.
Apapun hidup yang engkau jalani saat ini, bersykurlah. Bisa jadi hidup yang seperti engkau jalani sekarang, adalah hidup yang didambakan banyak orang.

Berterima kasih dan bersyukurlah pada Tuhan, bahwa sampai saat ini engkau masih bisa merasakan nikmatnya bernafas..

Make it easy make it simple enjoy it and be happy..