Kamis, 28 Juni 2018

Nitizen Maha Benar

Teh...liat teteh semangat terus. Ceria terus.
Apa nggak pernah ada masalah? Apa nggak pernah sedih?

Oalah mak. Ini hidup. Mana ada orang yang nggak ada masalah. Mana ada orang yang nggak pernah sedih.

Saya juga sama. Masalah saya buanyaaakk. Bisa jd lebih banyak masalah saya daripada masalah mak emak. Sedih? Jangan ditanya. Kalau kudu ditampung, udah kayak air ujan buatan kali tuh nangis.

Kok kayak nggak pernah kelihatan?

Karena emak kenal saya di FB. Jarang ketemu atau mungkin nggak pernah ketemu di dunia nyata. Mak hanya liat status-status saya. Di FB sebisa mungkin saya tak mengumumkan masalah saya. Wong nggak diumumkan aja kadang orang bisa tau kok. Masa saya lg sedih kudu bawa spanduk eke lg sedih dan pengen dipeluk. Uhuk.

Seeeebisa mungkin, dunia nggak perlu tau kalau saya lagi nangis. Dunia nggak perlu ikut galau karena masalah saya. Teman-teman nggak perlu kebawa sedih karena membaca curhatan saya di FB. Yaa meski sekali-kali kadang kelepasan juga nulis di FB.

Yaaa ibarat kalimat..
"Aku ingin berlari dibawah deraian air hujan, agar tak seorangpun tau kalau aku sedang menangis."

Because ay em manusia mak. Hayalannya pengen berbagi semangat aja. Pengen berbagi kekuatan aja. Meskipun aslinya lagi rapuh. Meskipun aslinya lagi sedih. Apalagi lagi sedih dan nggak ada seorangpun yang mengerti dan menghibur. #lapairmata

Tapi inilah manusia mak. Inilah facebook. Inilah panggung. Dimana ketika kita nulis sedih yo dikomen jelek. Ketika nulis seneng juga bisa dikomen jelek. Wes pokoknya maha benar natizen dengan segala komentarnya.

Makanya saya punya sahabat. Jaraangg sy komen-komenan di FBnya. Bukan karena nggak sayang. Apalagi kalo dia lagi ada masalah. Mendingan samperin, peluk dan jadi pendengar yang baik. Dan sedekat apapun saya dengan temen di FB, pasti sy akan lebih peduli dengan sahabat saya yang real di dunia nyata.

Terima kasih sahabatku semua. Selalu hadir dan menguatkan dikala aku rapuh.
Seperti saat ini.
#eh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar