Sabtu, 09 Juni 2018

Pastikan Rezekimu Halal

Kemarin, saya beli 2 double foam seharga @13 ribu dan 1 pak batre alkaline di salah satu toko ATK kecil sambil lewat sepulang dari kota. Setelah selesai transaksi dan menerima kembalian, tanpa cek lg belanjaan, saya langsung buru-buru masuk dan starter mobil.

Sesampainya di kantor. Ketika saya mau pake double foamnya untuk menempelkan sesuatu, maklumlah karena saya berasal dr golongan emak seterong yg suka manjat-manjat ngerjain sesuatu berteman paku dan palu, ternyata double foamnya ada 2 ukuran. Disitu ada label harganya. Satu seharga 13 ribu dan satunya lagi harga 15 ribu. Lalu saya cek nota. Tertulis 2 x 13 ribu.

Berarti barang yang saya bawa satunya salah. Yang terlintas di pikiran saya saat itu...

"Ah cuma 2 ribu ini, nggak apa-apa kali."

"Ah salah sendiri kenapa salah kasih barang,"

"Biarinlah, cuma 2 ribu, tokonya nggak akan ngeh,"

"Nggak apa-apalah, ngabisin waktu banget kudu balik lagi cm demi 2 ribu,"

"Bukan salah saya, resiko tokonya kenapa salah kasih barang,"

"Pake aja dulu. bayar kapan-kapan kalau pas lewat lagi,"

Dan godaan-godaan lainnya. Kayaknya saat itu ada setan yang terlepas dari ikatannya.

Lalu saya turun dari kursi, terduduk. Saya terdiam.  Berpikir lagi...

"Memang cuma 2 ribu. Tapi tetap bukan hak saya"

"2 ribu. Mungkin tidak akan membuat penjualnya miskin. Tapi juga nggak akan membuat saya kaya, saya hanya akan mendapat dosa,"

"Kalau pake dulu bayar nanti kl kapan-kapan lewat, gimana kalo umur saya cuma sampe hari ini?"

"Gimana kalo tokonya ternyata kehilangan?"

"Lalu ngapain selama ini jungkir balik membangun Mouza demi harta halal lalu rusak hanya karena nilai 2 ribu?"

"Apa arti selama ini hijrah mati-matian meninggalkan harta riba, penuh peluh dan air mata demi mengejar yang halal lalu skrg harus hancur tiba-tiba?"

Hiiiyyu, Saya bergidik membayangkannya. Astaghfirullah.

TIDAK!!
Saya tidak akan merusak apa yang sudah saya bangun selama ini. Saya tidak akan membiarkan harta saya ternoda sedikitpun dengan yang haram. Saya tidak akan membiarkan ikhtiar yang saya lakukan dengan susah payah dan perih menghabiskan energi waktu dan air mata demi yang halal lalu rusak seluruhnya hanya karena senilai 2 ribu.

Saya tidak akan membiarkan pengorbanan saya jualan Mouza dimaki-maki customer, dikomplain agen habis-habisan siang dan malam demi uang halal lalu jadi haram seketika. Oh No No!

Akhirnya saya urung nempelin sesuatu di dinding. Sepertinya sepele. Tapi ini penting!

Lalu saya minta antar suami ke toko ATK tadi. Butuh waktu 1 jam untuk tiba di sana di tengah kemacetan Bandung menjelang sore.

Sesampainya di toko, saya jelaskan ke pelayannya. Dan dia berkata, "Duh ya ampun.. kl ketauan, bisa dipecat saya bu," Nah kan, sy bahkan tadi ga berpikir sampai situ. Nggak kebayang kl saya nggak balikin.

Sambil mikir, tadi pas beli dia manggil teh, kenapa skrg jadi ibu? 😭

Setelah selesai menukar barang. Sayapun pamit. Nggak pake cipika cipiki dan nggak pake salaman juga karena belum lebaran. Apalagi dikasih bingkisan lebaran. 😀

Sambil liat tukang beca yg lg ngunyah, sy masuk mobil. Bayar parkir 3rb dan pulang sambil nyanyi sholawat ala shabyan yang membuat suami meringis dengernya. Mual kayaknya.

Perasaan yang ada saat itu, tenaaangg.
Saya jadi inget ada teman beli pulsa. Salah nulis nomor, masuk ke nomor orang lain. Ketika di telepon, orang yang nerima pulsa salah masuk tadi nggak mau ngembaliin dan menganggap itu bukan salahnya. Bagaimana bisa ia tenang pake pulsanya?

Saya heran juga kalau ada olshop melebihkan ongkir atau menganggap sepele kelebihan ongkir yang dibayar tanpa akad lagi ke customernya. Itu bukan hak kita teh, eh.. bu. Tetap harus bilang tuh, teh, bu ongkirnya lebih serebu. Mau digimanain? Mau deposit, disumbangin atau buat teh Dinii aja tambahan beli takjil? Kudu ada akad yes.

Ini bukan salah siapa. Tapi kita harus tau, mana yg sebenarnya hak kita dan mana yg bukan. Jangan sampe karena nilai tak seberapa lalu merusak semua yang ada yang sudah kita bangun susah payah.

Jangan sampai karena nila setitik, rusak es kelapa sebaskom. 😘

Selamat berjuang menjelang tutup orderan
Selamat semangat menghabiskan waktu bermanja-manja denganNya di penghabisan ramadhan.

Salam sayang
Dinii Fitriyah
Karyawan teladan Mouza Indonesia
😘😘😘

Tidak ada komentar:

Posting Komentar