Kamis, 28 Juni 2018

Ramadhan di Moscow


Masih berasa mimpi saya pernah menginjakkan kaki dan berpetualang mengenal sedikit kehidupan di sana sebelum Ramadhan kemarin.

Kota yang indah dan bersih sepanjang mata memandang yang berpenduduk muslim lebih dari 2 juta orang.
Mengingat Ramadhan kali ini, Moskow diperkirakan musim semi. Dimana pohon-pohon yang ketika saya ke sana masih kering mulai berdaun dan kehijauan. Dimana bunga-bunga mulai berkuncup lalu mekar.

Kemarin ngobrol dengan sahabat disana Madina Kalimullina. Puasa dimulai sejak imsak pada pukul 2 pagi dan magrib baru tiba sekitar pukul 9 (kalau di Indonesia ini sudah malam, disana baru saja gelap), berarti sekitar 19 jam muslim di Moscow menahan lapar dan haus menjalankan ibadah puasa.


Masyaallah. Mungkin akan jadi perjuangan luar biasa untuk saya yang terbiasa dengan puasa hanya kurang dari 14 jam saja di Indonesia.

Muslim Moscow hanya ada waktu kurang lebih 5 jam waktu malam hari. Dimana dalam 5 jam juga harus melaksanakan sholat maghrib, isya, terawih, witir, tahajud dan tentu saja sahur, blm lg kl ada tadarussan, dll. Sementara mereka juga tetap harus tidur.

Bersyukur sekali tinggal di Indonesia dengan iklim tropis dimana perbandingan waktu siang dan malam hampir sama.
Tak ada menu istimewa saat iftar di sana. Tapi kurma selalu jadi pilihan paling tepat. Di Moscow terdiri dari banyak suku bangsa dan kebanyakan mereka masak masakan bangsanya masing-masing.

Ada yang populer saat Ramadhan di Moscow, yaitu tenda khusus yang diselenggarakan di udara terbuka dekat masjid atau tempat lain yang disebut dengan Shatyor Ramadana. Siapapun boleh datang dan berkunjung ke tenda mencoba berbagai masakan nasional dengan gratis. Tak peduli agama mereka apa yang penting datang dengan pakaian dan tingkah laku yang sopan semua akan diterima dan disambut baik.

Jangan harap ada obrog-obrog, takbir keliling, angpau lebaran, THR atau tradisi mudik saat menjelang Idul Fitri atau Lebaran atau kalau di sana disebut juga Uraza Bayram.

Tapi saat waktu sholat Ied tiba, karena jumlah masjid yang minim, semua orang berbondong-bondong menempuh perjalanan jauh agar bisa sholat di Masjid Agung Moscow. Masyaallah 😍

Ahh Indonesia udah paling nikmat kalau soal Ramadhan dan Lebaran. Segala terasa istimewa. Bahkan mudik dengan segala kemacetan dan keruwetannya juga seru dan dirindukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar