Rabu, 26 September 2018

Allah Sebaik-baiknya Hakim di Dunia dan Akhirat




Makin hari, makin banyak orang yang berkomentar mendadak pintar bin ahli menilai dan menghakimi saudaranya sendiri.

"Pantesan anak kamu nakal, kamu sih terlalu sibuk kerja."

"Gimana anakmu nggak kurus? Tiap hari diurus pembantu."

"Ya iyalah suamimu selingkuh, wong kamu nggak pernah merawat diri."

"Nggak aneh dia miskin terus, kerjanya gitu doang. Liat aku nih, kerja keras biar bs jadi kaya."

"Jelas aja kamu nggak hamil-hamil, makannya gituan doang sih, coba makan ini nih biar subur kayak aku."

"Katanya hijrah, kok masih pake kerudung pendek, pencitraan tuh."

Entah kenapa, akhir-akhir ini mendadak begitu banyak orang pintar yang berkomentar tentang hidup orang lain.
Mendadak banyak orang merasa ahli, paling tau ujian orang lain.
Mendadak banyak orang yang tiba-tiba merasa paling memiliki hak untuk menilai ibadah orang lain.

Siapa kita? Punya hak apa kita?

Kita tak pernah tau bagaimana beratnya berjuangan seorang ibu yang harus mengurus anak dan mencari nafkah sekaligus.

Kita tak pernah tau, sejauh mana ikhtiar seorang istri agar ia bisa menjaga ketentraman lahir batin rumah tangganya dan ternyata Allah mengujinya dengan hadirnya orang ketiga di rumah tangganya?

Kita tak pernah paham. Bagaimana orang bekerja keras jungkir balik untuk mencari rezeki demi sesuap nasi sekalipun sementara Allah sudah takarkan rezeki begitu untuknya.

Kita tak pernah mengerti, bagaimana suami istri berjuang melakukan banyak hal medis non medis menghabiskan ratusan juta rupiah demi mendapatkan buah hati yang ternyata tak semudah Allah berikan untukmu? 

Kita tak pernah tau, bagaimana seseorang hijrah meninggalkan masa lalunya dengan berat melewati banyak rintangan sampai harus mengorbankan banyak hal dalam hidupnya untuk sampai di titik ini?

Hai! siapa kita? Punya hak apa kita? Apa kuasamu?

Hanya Allah sebaik-baiknya hakim yang berhak menilai hambanya di dunia dan akhirat. Kita tak punya hak! Kita bukan siapa-siapa! Kamu bukan siapa-siapa!

Kita hanya manusia biasa yang berlumur dosa. Pekerjaan kita sudah terlalu banyak. Tanggung jawab kita sudah terlalu besar. Tak usahlah lagi disibukkan dengan menilai orang lain yang bukan hak kita.

Ingat! Itu hak Allah. Itu hak Allah.

#semangat wahai gadis muallaf 😘😘


Tidak ada komentar:

Posting Komentar