Selasa, 25 September 2018

Masa Muda Tak Bisa Dibeli


Kemarin, Mouza kedatangan tamu mahasiswa IPAI ( Ilmu Pendidikan Agama Islam) UPI Bandung. Kita berdiskusi banyak hal tentang bisnis dan muamalah syariah.

Melihat semangat mereka, mengingatkan saya pada masa-masa kuliah. Kadang ada sedikit sesal, kenapa dulu saya nggak memanfaatkan masa muda dengan baik. Kenapa ga dari dulu saya belajar ini itu, gabung berbagai komunitas dll.

Hingga sekarang di usia yg lebih dr 35 saya baru menyadari betapa pentingnya punya banyak ilmu. Dan kini saya nggak mau mengulang kesalahan yang sama. Sebelum tua, saya memanfaatkan waktu dengan baik jangan sampai ada yg terbuang sia-sia. Karena waktu itu tak akan pernah terbeli dan tak akan pernah kembali.

Bukan apa-apa sih, bukan berarti terlambat pula. Tapi kali udah umur segini, udah punya anak banyak, udah punya suami, mau ngapa-ngapain banyak banget pertimbangannya.

Mau jalan-jalan keliling dunia, kepikiran anak-anak, nggak bisa ditinggalin lama. Mau ikut belajar ini itu, kasian anak-anak butuh perhatian. Mau berpetualang ke berbagai tempat, harus mempertimbangkan ini itu. Belum lagi fisik yang nggak sekuat dulu. Jalan jauh dikit cape, angkat beban berat dikit, encok. Nggak sebebas dan sekuat dulu waktu masih muda. 

Belum lagi berbagai event, lomba-lomba dan kesempatan lebih banyak untuk anak-anak muda. Misalnya kompetisi wirausaha muda, itu maximal usia 35th, ikut muda juara, max 35th, jadi PNS juga max 35th. 

Jadi pesan buat anak-anak muda, manfaatkan masa mudamu sebaik mungkin. Nggak usah ikut-ikutan nongkrong yang nggak jelas, nggak usah ikut-ikutan pacaran nggak penting. Percayalah masa mudamu hanya sebentar. Jangan disia-siakan. Karena sehebat apapun kamu nanti, waktu tak akan pernah bisa kau beli.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar