Selasa, 25 September 2018

Mendidik Anak Tak Pernah Bisa Diulang


Mak, pernah nggak kadang-kadang kita males menjalani hari? Down ngurusin bisnis, drop ga mau ngapa-ngapain. Ide tiba-tiba menghilang.

Yang biasanya rajin jadi males.
Yang biasanya ngiklan tiap hari tiba-tiba nggak ada ide.
Yang biasanya update status tiap hari tiba-tiba nggak tau mau nulis apa.
Jenuh
Bosan
Nggak semangat

Pernah?

Saya juga pernah, sering malah.
Tapi saya tak akan membiarkan rasa jenuh, bosan dan nggak semangat itu mampir terlalu lama.

Saya tak akan membiarkan mimpi yang sudah dibangun hancur berantakan. Saya ingin anak-anak lebih baik dari saya. Saya ingin memberikan pendidikan terbaik. Saya ingin memberi mereka bekal ilmu-ilmu terbaik.

Bukan sekedar biaya sekolah anak-anak saja yang sekarang mahal.
Anak-anak pengen belajar berkuda. Lesnya 400rb/ bulan.
Pengen bisa renang, 400rb/bulan.
Belajar memanah, 500rb/bulan.
Belum SPP sekolah. Sekolah yg bagus tentu tidak murah.
Belum les Bahasa Inggris, kerasa banget sama saya bagaimana pentingnya bisa bahasa Inggris.
Belum uang jajannya.
Belum beli alat-alat penunjangnya.

Itu baru keahlian-keahlian paling dasar yang pasti akan berguna untuk bekal hidupnya. Belum lagi kalau anaknya mau les taekwondo, les musik, les melukis, les robotik, dll. Belum lagi kalo punya cita-cita kuliah di luar negeri.
Butuh uang banyaaaakk mak. 

Trus kita mau males aja? 

Hidup terus berjalan. Nggak bisa menunggu kita ada ide. Nggak bisa menunggu mood kita bagus. Waktu terus berjalan apapun yang terjadi. Nggak mau tau kita lagi susah, senang, jenuh, bosan, atau apapun. 

Anak-anak terus tumbuh.
Mereka terus berkembang tak peduli kita sedang jenuh atau malas. Mereka tiba2 dewasa dan ketika kita terlambat, kita tak bisa mengulang semuanya. 

Bisnis gagal bisa diulang.
Usaha gagal bisa memulai dr awal.
Tapi mendidik anak gagal.
Tak pernah bisa lagi diulang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar